AIR JADI BAHAN BAKAR

Untuk dapat mencapai suatu tujuan yang besar dan mulia, ternyata mimpi juga sangat dibutuhkan agar dapat cepat terealisasi semua keinginan kita. Mungkin bermula dari mimpi jualah, ternyata ada beberapa pakar orang Indonesia yang iseng berpikiran aneh untuk menjadikan air sebagai bahan bakar.

 Melihat sejarahnya sebenarnya telah cukup lama teknologi bahan bakar air ini ditemukan (sejak tahun 1805), akan tetapi selalu disembunyikan dan ditekan agar tidak keluar untuk menjadi konsumsi publik. Sudah begitu banyak negara dan ilmuwan di seluruh dunia mencoba mengembangkan dan mengaplikasikannya ke motor, mobil, sampai pesawat terbang. Namun penyebarannya dipaksa berhenti karena kepentingan sebagian orang yang punya kuasa dan uang.

Penemuan penghematan bahan bakar yang ramah lingkungan, sengaja dihambat dan diredam untuk keuntungan para kapitalis yang berkolusi kepada para penentu kebijakan. Tujuannya tak lain adalah agar uangnya menjadi berlipat-ganda dan kerajaan bisnisnya tidak terganggu.

Tahun 1995 Stanley Meyer telah membuat gas untuk menjalankan mobilnya, tanpa tangki hidrogen, tanpa bahan bakar fosil (VW kodok nya dapat menempuh 160 km hanya dengan menggunakan 3 liter air) dan dia telah mengabdikan hidupnya demi penemuan ini selama 30 tahun. Jadi, apakah yang terjadi dengan penemuan Stanley Meyer yang luar biasa di abad 21 ini? sungguh sebuah penemuan yang sangat genius. Penemuan ini akan menjadi salah satu pioneer solusi ketersediaan bahan bakar alternatif selain minyak yang harganya semakin tinggi.

Mobil berbahan bakar air adalah mobil hipotesis yang menggunakan air sebagai bahan bakar atau mengubah air menjadi sumber tenaga, tanpa asupan energi jenis lainnya. Sayangnya, mobil berbahan bakar air belum di produksi secara masal. Sebaliknya, mobil berbahan bakar air konon mengambil energi dari air itu sendiri, yang menjadi landasan dari mesin yang berputar terus-menerus . Mobil-mobil berbahan bakar air telah disebutkan dalam buku-buku sejarah, surat-surat kabar, dan majalah-majalah sains populer, dan dalam legenda-legenda urban sejak masa 1800-an. Banyak cerita yang menggambarkan mesin-mesin yang dijalankan menggunakan air, dan gagasan ini diberangus oleh perusahaan-perusahaan minyak besar serta produsen-produsen mobil untuk melindungi keuntungan mereka. Banyak klaim akan sumber tenaga berbahan bakar air (water-fuelled power source) yang dimanfaatkan untuk memperoleh uang dari investor-investor yang mudah tertipu.

Henry Garrett dari Dallas, Texas konon mendemonstrasikan suatu mobil berbahan bakar air, yang dilaporkan pada 8 September 1935 di surat kabar Dallas Morning News. Mobil itu menghasilkan hidrogen melalui elektrolisis sebagaimana yang bisa dilihat dengan mempelajari paten milik Garret, yang diterbitkan pada tahun itu juga. Paten ini mencakup gambar yang memperlihatkan karburator yang serupa dengan karburator berpelampung biasa tetapi dengan pelat elektrolisis di bagian bawahnya, dan di tempat yang terdapat pelampung untuk menjaga tinggi air.

Paten Garrett gagal mengidentifikasikan sumber energi baru, jadi energi dari aki mobilnya mungkin digunakan untuk mengelektrolisis air menjadi hidrogen, yang kemudian dibakar. Hidrogen dapat diperoleh dari air melalui elektrolisis dengan efisiensi sebesar 50 - 70%. Pembakaran hidrogen akan diubah menjadi energi kinetik putaran oleh motor dengan efisiensi sebesar 25 - 30%. Oleh sebab itu, hanya 10 - 15% energi yang diambil dari aki untuk elektrolisis yang bisa digunakan untuk mengisi ulang akinya walaupun mobilnya tak bergerak. Walaupun mobil ini bisa berjalan sebentar, tak lama kemudian akinya akan habis hingga elektrolisisnya terhenti dan mobilnya pun akan berhenti. Akan jauh lebih efisien jika akinya hanya digunakan untuk menjalankan motor listrik, sebagaimana yang sekarang ini diterapkan oleh mobil-mobil bertenaga baterai. Namun, mobil seperti ini baterainya harus diisi ulang.

Sadarkah anda bahwa kemajuan teknologi di bidang otomotif sejak ratusan tahun yang lalu, nyaris tidak pernah menghasilkan produk mobil yang irit bahan bakar dan ramah lingkungan? Kalaupun ada seperti pada tahun 2002 pabrikan jepang pernah mengeluarkan seri Toyota Eco spirit 100 MPG (45km/L), tetapi itu hanya bertahan sebentar kemudian produk itu segera ditarik dari peredaran. Hampir tidak ada perusahaan otomotif yang menonjolkan produk irit bahan bakar, dan ramah lingkungan. kalaupun ada seperti mobil "hybrid cell", harganya tak terjangkau bagi masyarakat.

Berikut ini adalah beberapa hasil karya anak bangsa kaitannya dengan bahan bakar air :


1. Kerjasama TSVI, Ir. Futung Mustari dan Hamzah Muh Baiabud ST. 

Team Saving Energy Institute yang bekerjasama dengan Ir. Futung Mustari, salah satu pakar perekayasa teknologi bahan bakar air di Indonesia dan pengarang buku "Rahasia Bahan Bakar Air" bersama Hamzah Muh Ba'abud ST, (pakar mesin hydrogen) telah berhasil membuat alat generasi terbaru compact electrolis, yaitu teknologi bahan bakar air / brown energy yang dapat menghemat pemakaian BBM hingga 100 % (misalnya dari 1 liter bensin = 10 km menjadi 1 liter bensin = 20 km). Dengan memanfaatkan air sebagai salah satu alternatif energi yang murah dan mudah diterapkan di unit - unit mesin yang berbasis karburator, bahkan dapat diaplikasikannya ke mesin yang lebih rumit, seperti mesin injection, mesin genset, mesin pertanian & mesin industri lainnya.

Teknologi ini bukan mengganti bahan bakar bensin atau solar dengan air, tetapi menggunakan elektrolisa air yang terbukti membuat bahan bakar menjadi irit, mesin mobil menjadi awet, suara mesin lembut dan gas buangan bersih, karena proses pembakarannya sangat sempurna, saat ini kami sedang melakukan research untuk menyempunakan teknologi ini, hasil yg kami tuju adalah teknologi menggunakan bahan bakar air 100% tanpa bensin, seperti yg ditemukan oleh stanley meyer tahun 1995 (yang teknologinya saat ini hilang bersama kematiannya).


2. Eco Power Booster Mahasiswa Universitas Nasional (UNAS) Jakarta
Penelitian mahasiswa UNAS telah menciptakan alat yang diklaim mampu hemat bahan bakar hingga 50 persen. Penghematan bahan bakar untuk kendaraan bermotor dilakukan dengan memanfaatkan air untuk membangkitkan energi listrik dengan HHO menggunakan dry cell. Penghemat bahan bakar atau HHO Generator ini disebut Eco Power Booster. Eco Power Booster mampu mengurangi konsumsi bahan bakar, sehingga membuat jarak tempuh per liter BBM semakin besar, dengan penghematan antara 20-70 persen.

Biasanya untuk satu liter bensin bisa mencapai 10 kilometer. Dengan alat ini kendaraan bisa menempuh hingga 20 kilometer. Selain itu, Eco Power Booster juga dapat meminimalkan emisi gas buang (gas CO dan CO2) yang berbahaya bagi lingkungan hingga 50 persen. Hal ini menjadikannya ramah lingkungan. Performa kendaraan bermotor juga meningkat dan mampu menurunkan suhu kerja mesin dan menurunkan panas yang terpapar ke udara.

Penggunaan air dalam Eco Power Booster, membantu mengurangi penggunaan BBM. Prinsip untuk mengembangkan air sebagai energi adalah dengan mengubahnya menjadi senyawa-senyawa penyusunnya yaitu hidrogen (H) dan oksigen (O). Elektrolisis air menjadi prinsip dasar untuk mengubah air menjadi senyawa-senyawa penyusunnya. Gas H2 hasil elektrolisis tersebut digunakan sebagai energi bahan bakar yang memiliki tingkat pembakaran lebih tinggi, dibandingkan dengan energi lainnya. Teknologi Eco Power Booster lebih unggul dari teknologi sejenis lainnya karena tidak panas meski dinyalakan selama 24 jam.

Bahan Bakar Minyak(BBM)
Kelebihan:
- Kebutuhan primer setiap individu.
- Penggerak roda kehidupan.

Kekurangan:
- Diperkirakan, sumber Bahan Bakar Minyak akan habis sekitar 20 tahun mendatang.
- Emisi dari gas buang dapat merusak kesehatan.
- Kontributor utama pemanasan global.
- Harus menempuh antrian panjang jika terjadi isu kenaikan harga.

Bahan Bakar Air
Kelebihan:
- Dengan penggunaan Eco Power Booster dapat meminimalkan emisi gas buang (gas CO dan CO2) yang berbahaya bagi lingkungan hingga 50 persen.
- Air merupakan Sumber Daya Alam yang tidak pernah habis.

Kekurangan:
- Eco Power Booster belum diproduksi secara masal


3. Wave++SMK Ciptaan SMK Negeri 2 Langsa Aceh
Adalah anak-anak SMK Negeri 2 Langsa, Aceh, yang membuat alat ini dengan bimbingan dari sang kepala sekolah, Makmur Lingga. Penelitian dan pengembangan yang dilakukan bekerja sama dengan lembaga penelitian bernama Green Energy Institute menghasilkan alat yang bisa digunakan untuk kendaraan bermotor roda 4 hingga 12.

Ini bukanlah penemuan baru, sebab pada 1833 telah dikembangkan oleh ilmuwan Michael Faraday dengan elektrolisa air. Di mana dalam elektrolisa air ada perubahan muatan elektron maupun atom. Elektrolisa air menghasilkan hidrogen yang bisa terbakar dan oksigen yang mendukung pembakaran

Alat yang dapat mengubah air menjadi bahan bakar kendaraan bermotor tersebut diberi nama WaVe++SMK. WaVe merupakan singkatan dari Water as a Vehicle’s Fuel, mengacu pada fungsi alat tersebut yang menjadikan air sebagai bahan bakar. Nama SMK sengaja dilekatkan pada alat ini sebagai bentuk apresiasi kepada SMKN 2 Langsa sebagai institusi yang telah mengembangkan dan merakit alat tersebut.

Alat masih dalm pengembangan, karena belum mampu menjadikan air sebagai bahan bakar langsung. WaVe++SMK terdiri dari 5 komponen yakni generator gas, filter, kontrol elektrik, tangki air, dan pengaturan tegangan. Bahan-bahan utama pembuat alat itu adalah stainless steel.

Melalui generator gas, campuran kimia dipanaskan lalu dialirkan melalui alat pengubah molekul yang disebut generator gas. Setelah air mengalir lalu diubah gas dan masuk filter, lalu masuk ke intake manipol mesin,

Dengan 600 ml air bersih bisa digunakan kendaraan roda empat dan bahkan lebih untuk melaju hingga daya tempuh 2.000 km. Ketika air habis, bisa diisi dengan air biasa. Masih tetap menggunakan bensin atau solar, tapi pemakaiannya jadi lebih irit. Selain itu memperbaiki emisi mesin sehingga jadi ramah lingkungan. Bisa membantu mengurangi emisi 20-60 persen.





No comments: